Integrated Waste and Agro Center (IWACI) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menjadikan asrama mahasiswa sebagai lokasi percontohan (pilot project) pengelolaan sampah berbasis komunitas. Langkah ini diawali dengan menggelar “ITERA KolaborAksi: Workshop Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas” pada Sabtu, 31 Oktober 2026, yang bertempat di Gedung Asrama TB 5 ITERA. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kakak asrama yang mewakili Gedung Asrama TB 1, TB 2, TB 3, dan TB 4.
Pelatihan bertajuk “ITERA KolaborAksi: Workshop Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas” tersebut bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah yang terukur dan berkelanjutan. Kegiatan dibuka dengan pemaparan program ITERA KolaborAksi 2026 oleh Indah Yustika Sari Purba, S.T., M.T., yang dilanjutkan dengan pelatihan teknis oleh Suci Wulandari, S.T., M.T..
Melalui sesi teknis ini, peserta dari berbagai asrama mendapatkan pembekalan dan mempraktikkan langsung tiga tahapan utama. Pada tahap pertama, peserta mengikuti “Estafet Pilah Cepat” untuk berlatih memisahkan sampah ke dalam tiga kategori: daur ulang (anorganik), organik, dan residu. Pada tahap kedua, peserta mempelajari mekanisme pencatatan timbulan sampah mingguan, mulai dari menimbang hingga menginput data ke dalam formulir daring milik IWACI. Sementara pada tahap ketiga, peserta dibekali tata cara menyiapkan dan mengemas sampah daur ulang agar memenuhi syarat kelayakan (bersih, kering, terpilah, dan ringkas) sebelum disetorkan ke Bank Sampah Lentera yang dikelola IWACI.
Selain pelatihan teknis, peserta juga diajak berkolaborasi dalam simulasi Green Dormitory Mastermind (GGDM). Dalam sesi ini, setiap tim asrama menyusun Action Plan pengelolaan sampah secara mandiri, mulai dari menentukan target pengurangan sampah, memetakan sumber timbulan di gedung asrama, membentuk pasukan inti (Green Squad), merancang lokasi penempatan wadah (Drop Point), hingga menyusun komitmen bersama warga asrama.
Melalui program ini, IWACI mendorong pengelola asrama untuk memilah sampah sejak dari kamar penghuni hingga menyalurkannya ke bank sampah. Ke depannya, praktik baik yang berhasil dibangun di lingkungan asrama ini berpeluang besar untuk direplikasi dan diterapkan secara konsisten di unit-unit gedung lainnya di lingkungan kampus ITERA.

